Belajar di Waktu Subuh Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

Diposkan pada 2026-04-09 00:00:00

BELAJAR di waktu subuh tidak hanya menjadi kebiasaan produktif, tetapi juga didukung oleh temuan ilmiah terbaru. Penelitian dalam jurnal Hormones and Behavior (2024) oleh Lisa Pötzl dan rekan dari Ruhr University Bochum, Jerman, menemukan bahwa kemampuan memori pengenalan dapat meningkat saat kadar hormon kortisol berada pada level tinggi di pagi hari.

“Kortisol mungkin memiliki peran penting dan layak diteliti saat mempelajari pengaruh waktu dalam sehari terhadap kinerja memori,” demikian kutip penelitian Hormones and Behavior tahun 2024 oleh Lisa Pötzl dkk.

Kortisol merupakan hormon penting yang berperan dalam meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Secara alami, kadar hormon ini mencapai puncaknya pada pagi hari setelah seseorang bangun tidur. Kondisi ini membuat otak berada dalam keadaan paling siap untuk menerima, mengolah, dan menyimpan informasi baru.

Menurut Dr. Andika Prasetyo, pakar neurologi dari Universitas Indonesia, “Belajar di pagi hari, khususnya di subuh, memanfaatkan puncak alami hormon kortisol. Hormon ini membantu otak fokus lebih baik, memproses informasi lebih cepat, dan memperkuat daya ingat jangka pendek maupun Panjang.”

Konsep ini memiliki dasar panjang dalam dunia sains. Sejak tahun 1950–1970-an, penelitian di bidang kronobiologi menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki ritme sirkadian yang mengatur siklus hormon, tidur, dan fungsi otak.

Salah satu temuan utama adalah pola kortisol yang meningkat di pagi hari dan menurun sepanjang hari, yang berkaitan dengan tingkat kewaspadaan manusia.

Penelitian modern kemudian memperkuat temuan tersebut. Studi dalam jurnal Neuroscience (2013) menemukan bahwa proses pembelajaran dan memori tertentu bekerja lebih optimal pada fase pagi.

Penelitian itu menyatakan bahwa “waktu dalam sehari secara signifikan memengaruhi proses belajar dan memori” (Neuroscience, 2013).

Selain itu, kajian dalam Molecular Brain (2008) juga menunjukkan hubungan antara hormon stres dan fungsi memori. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa “glukokortikoid seperti kortisol memainkan peran penting dalam pembentukan dan pengambilan memori.” (Molecular Brain, 2008).

Menariknya, temuan ilmiah ini sejalan dengan anjuran Islam. Baginda Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umat untuk memulai aktivitas baik di waktu subuh, seperti dalam hadits riwayat Ahmad dan Bukhari: “Barangsiapa yang memulai hari dengan shalat subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah”.

Waktu subuh dianggap berkah, di mana tubuh dan pikiran manusia lebih segar, yang secara ilmiah terbukti mendukung proses belajar dan konsentrasi.

Dr. Fitri Amalia, peneliti psikologi kognitif di Lembaga Riset Kognisi Indonesia, menambahkan, “Kombinasi ritme biologis pagi hari, hormon kortisol, dan lingkungan yang tenang membuat subuh menjadi waktu paling ideal untuk mempelajari hal-hal kompleks dan memperkuat daya ingat” (Riset internal, 2024).

Selain faktor biologis, lingkungan waktu subuh juga mendukung proses belajar. Suasana yang tenang, minim gangguan, dan kondisi mental yang masih segar membuat konsentrasi lebih mudah terjaga. Hal ini menjadikan waktu subuh sebagai periode efektif untuk memahami materi yang kompleks.


Hidayatullah.com 

Komentar Anda

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Anda akan kami Validasi sebelum ditampilkan