Al-Qur’an Mukjizat Universal
Diposkan pada 2026-03-26 00:00:00
Al-Qur’an adalah mukjizat yang bersifat universal, berlaku sepanjang masa. Berbeda dengan jenis mukjizat lainnya yang bersifat temporal, yang hanya dapat dilihat dan disaksikan oleh umat yang hidup sezaman dengan rasul yang bersangkutan. Al-Quran sudah teruji 15 abad berada didalam ruang dan waktu sejarah manusia yang terus berubah, namun Al-Quran selalu relevan dan hadir dalam semua zaman, bahkan Al-Quran banyak menjawab persoalan zaman hingga abad ini.
Widyaiswara Ahli Utama LAN RI, Ustaz Ir. Faizal Adriansyah, M.Si, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Jadid, Gampong Lampeuneuen, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, 16 Ramadhan1447 H bertepatan 6 Maret 2026. “Al Qur’an adalah mukjizat intelensia, Al-Qur’an menantang akal dan nalar manusia untuk memikirkannya,” tegasnya.
Ustaz Faizal Adriansnyah menyampaikan, penunjukan objek studi dalam Al-Qur’an bersifat universal, meliputi berbagai ruang dan waktu. Klasifikasi ilmu yang saat ini kita kenal seperti fisika, kimia, matematika, metalurgi, mineralogi, biologi, zoologi, biokimia, astronomi, geologi, botani, hukum ekonomi, filsafat dan seterusnya tentulah akan berkembang terus di masa depan.
Ia menambahkan, Al-Qur’an telah menunjukkan kemukjizatannya yang luar biasa bahkan semua disiplin ilmu tersebut disentuh oleh Al Qur’an. Dalam perkembangan akhir-akhir ini dunia telah mengenal ilmu tentang kajian masa depan yang tersebut futurology. Masalah ini bagi Al-Qur’an bukanlah hal asing, karena ilmu proyeksi masa depan ini sendiri telah diungkapkan Allah diantaranya dalam kisah Nabi Yusuf yang mampu menyelamatkan kerajaan Mesir dari bencana kekeringan dan kelaparan dengan proyeksi apa yang terjadi dimasa depan sehingga Nabi Yusuf bisa menyiapkan grand desain perencanaan dengan sangat tepat.
Menurutnya, apa yang diungkapkan Al-Quran tentang ilmu pengetahuan memang bersifat global atau umum dan tidak rinci, karena Al-Quran bukanlah kitab sains yang hanya bisa dibaca oleh kalangan ilmuwan saja. Tetapi Al Quran adalah kitab hidayah (hudallinas), yang bisa dibaca oleh siapapun. “Petunjuk Al-Quran Allah berikan kepada siapapun yang menjadikan Al-Qur’an panduan dalam hidupnya,” ungkapnya.
Namun demikian apa yang dikemukakan Al-Qur’an sangatlah menyentuh prinsip dasar keilmuan. Sebagai contoh, ketika Al-Qur’an berbicara tentang kejadian alam semesta sebagai mana dalam surah Al Anbiya ayat 30, “Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?“
Ustaz Faizal Adriansyah menjelaskan, apa yang diungkapkan Al-Qur’an ini sejalan dengan temuan sains yang terkenal dengan teori big bang. Demikian juga dengan pandangan para astofisika tentang langit, mereka menyatakan langit terus berkembang atau meluas seakan seperti sebuah balon yang ditiup semakin lama membesar. Sehingga tidak ada ilmuan astrofisika yang berani memastikan berapa sesungguhnya luas langit. Perkembangan ilmu astrofisika ini sejalan dengan informasi AlQuran dalam surah Az Zariat ayat 47, “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.”
“Keluasan ilmu yang dikandung oleh Al-Qur’an tiadalah terbatas, setiap ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dipersilahkan mengkaji isinya. Semakin banyak ilmuwan yang terlibat dalam pengkaji isi kandungan Al-Qur’an, cahaya kebenarannya akan semakin memancar keseluruh penjuru dunia,” pungkas Dosen Luar Biasa Teknik Geologi USK ini.* (Sayed M. Husen)
|
Muslim Go Green
Menanam pohon selain menambah segar udara di lingkungan sekitar, juga dapat bernilai pahala bahkan t |
|
Menjaga Produktifitas Hormon Endorfin
"Boleh jadi saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan do’a kebaik |
|
Kasus Penistaan Agama, Injak Al-Qur’an Saat Sumpah
Kepolisian Resor Lebak memastikan telah menetapkan dua wanita berinisial NR dan MT sebagai tersangka |
Komentar Anda