Antara Ramadhan dan Taqwa

Diposkan pada 2026-02-25 00:00:00

Pada tahun kedua hijriyah Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan perintah berpuasa ramadhan melalui Al-Qur’an Surat Albaqorah ayat 183 yang sudah sama-sama kita ketahui..

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ .

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Dari ayat ini kita mengetahui terdapat hubungan yang sangat erat antara puasa ramadhan dengan taqwa.

Saidina Ali karamallahu wajhah ketika mengomentari tentang taqwa beliau berpendapat bahwa taqwa harus mengandung empat unsur. Yang pertama :

Al-Khaufu minal Jalil (Takut kepada Allah yang Maha Agung) yakni Memiliki rasa takut yang mendorong seseorang untuk menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintahNya.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

رأس الحكمة مخافة الله

 “Pokok hikmah adalah rasa takut kepada Allah subhanahu wata’ala”

Maka orang yang tidak memiliki khauf rasa takut pada Allah tidak akan diberi hikmah oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebaliknya semakin takut seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala maka akan semakin banyak diberi hikmah oleh Allah subhanahu wata’ala .

Imam Fudhail bin Iyadh berkata: “Barang siapa yang takut kepada Allah niscaya rasa takutnya itu akan menunjukkannya kepada kebaikan-kebaikan.”

Dampak dari rasa takut seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala adalah membuat orang tersebut hanya melakukan perkara-perkara yang baik, perkara-perkara yang diridhai Allah subhanahu wata’ala. Ia akan berpikir berkali-kali jika hendak bermaksiat karena ia sangat tahu betul akibatnya adalah murka Allah subhanahu wata’ala.

Balasan bagi orang yang takut pada Allah adalah surga, sebagaimana firmanNya dalam surat Ar Rahman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi orang yang takut pada Allâh akan mendapatkan dua surga. (QS. Ar-Rahman :46)

Sudah sepatutnya kita jadikan momentum Ramadhan sebagai sarana untuk memupuk rasa takut kita pada Allah, takut melakukan keburukan-keburukan yang paling tidak membuat ibadah puasa kita tidak ada harganya di sisi Allah. Sebagaimana sabda Nabi “Berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak didapatinya kecuali lapar dan dahaga”

Komentar Anda

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Anda akan kami Validasi sebelum ditampilkan